14 comments on “Mampukahn Airbus A320neo Mengalahkan Boeing 737 Max…??

  1. Tapi beberapa kali saya naik pesawat Boeng 737 ataupun Airbus 320, kok kalo saya rasanya lebih nyaman naik Airbus, saat pesawat “bermanuver” ataupun terkena Turbulence Airbus masih lebih nyama. Bahkan pas Landing jika dirata-rata saya merasakan hentakan yang lebih soft pada Airbus, kalo Boeing sering “gedubrakkkk gludug glududg” hehehe, kecuali 737 nya Garuda. Mungkin faktor pilot juga sih.

  2. setuju banget..

    bahas masalah Engine :
    boeing kayanya membuat turbofan dengan ke akuratan spec A/C yang akan dia keluarkan, seperti 777-300ER

    B777-300ER hanya membutuhkan 2 engine. dengan panjang body yang hampir sama dengan Airbus A340, dan A340 menggunakan 4 engine.

    tapi menurut saya penggunaan engine 2 atau 4 mempunyai maksut dan tujuan yang berbeda 😀

  3. Salam kenal, mas. Menarik nih tulisannya, yg sebenarnya rumit tapi sampean tuangkan dengan cara yg enak dibaca.

    Saya sendiri sejak lama membaca-baca debat fanboy boeing vs airbus, berkesimpulan bawa 737 vs 320s sebenarnya berfilosofi teknis berbeda. Jadi walaupun serupa tapi tidak bisa disandingkan begitu saja. Masing-masing ada poin-poin plus dan minus.

    Saya tunggu tulisan aviasi berikutnya.

  4. Pingback: Kenalan Sama Airbus Corporate Jet, ACJneo Family… | Ardiantoyugo

  5. pembeli airbus atau boeing adalah airlines/maskapai, tujuannya ya jelas utk “narik”, bukan buat adu drag apalagi adu keren 😀

    dan maskapai adalah perusahaan pencari untung, maka simpelnya buat maskapai adalah pilih yg paling menguntungkan saat operasionalnya nanti :
    > ongkos service dan spare part-nya murah,
    > IRIT BBM (kalo ini mah teuteup…….. jadi bahan BC sepanjang masa)
    > mampu angkut sebanyak mungkin “sewa” 😀

    • Bukan cuman dari maskapai Mas… ACJ dan BBJ banyak yang beli bukan dari maskapai…
      Dan sebenernya banyak pertimbangan… bukan hanya karena A320 lebih irit lalu pada beli A320… dan bukan hanya 737 lebih powerful pula lantas pada beli 737…

    • bizjet tsb (ACJ/BBJ) dikembangkan berdasarkan versi mass-pro 320 atau 737) lalu ditambahkan aviuonics serta feature, accesories, dll (malah ada yg sampe ganti mesin) sesuai maunya/kebutuhan si pemesan tsb, dan volume penjualan bizjet ini gak sampe 10% dari versi mass-pro (utk boeing atau airbus ya)

      pabrikan spt airbus/boeing akan jauh lebih mendengarkan suara dari maskapai dalam pengembangan (new product, new series development, maupun “facelift”) daripada suara pemesan bizjet, tapi lain cerita kalo ngomongin pabrikan spt Gulfstream, Embraer, Beechcraft yg memang periuk nasinya dari bizjet.

      pertimbangan lain memang ada kok, ada parameter yg umum dipakai maskapai spt:
      > operational cost/hour; dan
      > revenue per seat per kilometer

      dan nanti maskapai akan cek lagi apakah sudah sesuai dg profile mission maskapai tsb atau tidak, belum lagi kalau bicara profile mission utk setiap route-nya.

      again, memang bukan sekedar “irit” atau “powerful”, ujung2nya yg dicari adalah “the real profit maker” for this airline. 🙂

Bila ini dari sudut pandang saya, bagaimana dengan sudut pandang Anda...??

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s